Sudah cukup lama berselang, tulisan baru sepertinya belum kunjung
muncul. Perubahan status seharusnyanya tidak bisa jadi alasan untuk
kurang produktif menulis, toh blog pendamping hidupku bulan ini saja
sudah ada 5 postingan baru. Kayaknya harus ke “Rumah Sakit Malas” nih
seperti Alif dan Togar dalam trilogi ‘Ranah 3 Warna’. Berbicara tentang
buku karya Ahmad Fuadi tersebut, berikut adalah beberapa quote yang
sepertinya menarik untuk dibagi. Semoga bermanfaat dan dapat
menginspirasi.

#1
Bersabar dan ikhlashlah dalam setiap langkah perbuatan. Terus –
meneruslah berbuat baik ketika di kampung dan di rantau. Jauhilah
perbuatan buruk dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bum
dan di atas bumi. Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam
waktu yang mengalir. Sunguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian
kan tercapai. Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu. Sungguh
kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda. Singsingkan lengan baju
dan besungguh – sungguhlah menggapai impian. Karena kemuliaan tak akan
bisa diraih dengan kemalasan. Jangan bersilat kata dengan orang yang tak
mengerti apa yang kau katakan, karena debat kusir adalah pangkal
keburukan.
#2
Going the extra miles. I’malu fauqa ma ‘amilu. Berusaha di atas rata – rata orang lain.
#3 Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau
akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah – lelahlah,
manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
#4 Sungguh do’a itu didengar Tuhan, tapi Dia berhak mengabulkan dalam
berbagai bentuk. Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau
diganti dengan yang lebih cocok buat kita.
#5 Menuntut ilmu itu perlu banyak hal, termasuk tamak dengan ilmu, waktu yang panjang dan menghormati guru.
#6 Aku baru saja kedatangan tamu. Dia datang sendirian mengetuk –
ngetuk pintu hidup. Kursi yang didudukinya masih hangat dan desir angin
ketika dia lewat masih mengapung di udara… Tamu yang tidak ada seorang
pun yang kuasa menolaknya. Tamu yang membuat semua jantung, hati dan
pandangan mata seorang raja diraja pun goyah dan bertekuk lutut. Tamu
yang ditakuti umat mansia sepanjang masa. Tamu yang mengisap segenap
udara kehidupan. Tamu yang baru berlalu dari rumahku itu bergelar sendu :
kematian.
#7 Berjalanlah sampai batas. Berlayarlah sampai pulau.
#8 Latihlah diri kalian untuk selalu bertopang pada diri kalian sendiri dan Allah.
I’timad ‘ala nafsi.
Segala hal dalam hidup ini tidak abadi. Semua akan pergi silih
berganti. Kesusahan akan pergi. Kesenangan akan hilang. Akhirnya hanya
tinggal urusan kalian sendiri dengan Allah saja nanti.
#9
Idza shadaqul azmu wadaha sabil. Kalau benar kemauan, maka terbukalah jalan.
#10 Sebuah sya’ir Arab mengatakan, siapa yang bersabar dia akan
beruntung. Jadi sabar itu bukan berarti pasrah, tapi sebuah kesabaran
yang proaktif. Dan sesungguhnya Allah itu selalu bersama orang yang
bersabar.
#11 Yang namanya dunia itu ada masa senang dan masa kurang senang. Di
saat kurang senanglah kalian perlu aktif. Aktif untuk bersabar.
Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif
mencari solusi. Aktif menjadi yang terbaik. Aktif untuk tidak menyerah
pada keadaan. Kalian punya pilihan untuk tidak menjadi pesakitan. Sabar
adalah punggung bukit terakhir sebelu sampai di tujuan. Setelah ada di
titik terbawah, ruang kososng yang ada hanyalah ke atas. Untuk lebih
baik. Tuhan telah berjanji bahwa sesungguhnya Dia berjalan dengan orang
yang sabar.
#12 Apapun kelebihan dan keterbatasanmu, jadilah orang yang berguna
untuk dirimu, keluargamu, masyarakatmu, sebanyak mungkin dan seluas
mungkin.
#13 Janganlah putus asa karena putus asa adalah penyakit yang
menggagalkan perjuangan, harapan dan cita – cita. Problem tidak akan
selesai hanya dengan disusahkan, tetapi harus dipikirkan dan dengan
selalu dekat kepada Allah serta selalu mohon hidayah dan taufik-Nya.
Maka berbuatlah, berpkirlah dan bekerjalah semaksimal mungkin, menuju
kesempurnaan manusiawi yang lebih bertakwa.
#14
Man jadda wajada : siapa yang bersungguh – sungguh akan sukses,
man shabara zhafira : siapa yang bersabar akan beruntung,
man sara ‘ala darbi washala : siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan.
#15 Rupanya
man jadda wajada saja tidak selalu cukup. Aku
hanya akan seperti badak yang terus menabrak tembok tebal. Seberapapun
kuatnya badak itu, lama – lama dia akan pening dan kelelahan. Bahkan
culanya bisa patah. Ternyata ada jarak antara usaha keras dan hasil yang
dinginkan. Jarak itu bisa sejengkal, tetapi jarak itu bisa seperti
ribuan kilometer. Jarak antara usaha dan hasil harus diisi dengan sebuah
keteguhan hati. Dengan sebuah kesabaran. Dengan sebuah keikhlashan.
Perjuanagn tidak hanya butuh kerja keras, tapi juga kesabaran dan
keikhlashan untuk mendapat tujuan yang diinginkan.
#16
Lan tarji’ ayyamulatil madhat. Tak akan kembali hari – hari yang telah berlalu.
#17 Teman tidak harus selalu bersama. Teman juga tidak harus selalu
berdamai. Mungkin kadang – kadang perlu berpisah untuk menghargai
pertemanan ini. Sekali – kali kita bisa saja bertengkar untuk menguji
seberapa kokoh inti persahabatan itu.
#18 Otak yang biasa – biasa saja selalu bisa diperkuat dengan ilmu
dan pengalaman. Usaha yang sungguh – sungguh dan sabar akan mengalahkan
usaha yang biasa – biasa saja. Kalau bersungguh – sungguh akan berhasil,
kalau tidak serius akan gagal. Kombinasi sungguh – sungguh dan sabar
adalah keberhasilan. Kombinasi man jadda wajada dan man shabara zhafira
adalah kesuksesan.
#19 Semua bangsa besar adalah bangsa yang gemar menulis dan membaca.
Punya budaya literasi. Tanpa keduanya mereka punah dimakan zaman.
#20 Suka dan cinta datang dari Allah. Suka boleh saja, tapi jangan
sampai kalian berduaan, karena banyak mudharatnya. Nanti kalau berdua –
duaan, ada makhluk ketiga yang diam – diam ada di antara kalian. Dia
adalah setan yang membisikkan berbagai hal buruk yang bisa membuat
kalian terbawa arus dan melanggar aturan agama. Jadi berteman boleh
saja, tapi jangan berpacaran. Kalu nanti tiba masanya, umur kalian cukup
dan kemampuan ada, barulah kalian berpasang – pasangan menjadi sebuah
keluarga, melalui pernikahan. Percayalah, sesungguhnya itu lebih baik
dan aman buat kalian semua.
#21 Tapi sedekat apapun ‘hampir’ itu dengan kenyataan, dia tetap saja sesuatu yang tidak pernah terjadi.
#22 Akan tiba masa kalian dihadang badai dalam hidup. Bisa badai di
luar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah dengan
tabah dan sabar, jangan lari. Badai pasti akan berlalu.
#23 Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa,
badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam perjalanan menemukan
dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan
iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa
lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan
sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat.
#24 Bila badai datang, hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada
untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya, laut bada ada untuk
ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah
oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?
#25 Antara sungguh – sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi
ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentmeter, tetapi bisa juga ribuan
kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga
puluhan tahun, Jarak antara sungguh – sungguh dan sukses hanya bisa
diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak
menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung.
Sabar yang bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,
bahkan seakan – akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal
keberuntungan adalah hasil kerja keras, do’a dan sabar yang berlebih –
lebih.
#26 Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis –
habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan
sungguh – sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah
takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang
terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang
kukuh dan sabar.
(sumber : http://purwoudiutomo.com/2011/04/18/quote-ranah-3-warna/)