Its Me...!

My photo
Depok, Jawa Barat, Indonesia
Cool, Calm and Confident

Friday, 30 September 2011

Nilai UH1 Biologi


NAMA
NILAI
Adelia Chairani
Hajar Mufidah
Nurul  Hasanah
Ratna  Widiastuti
M. Dzulfikar
Khansa mahdiyah
Habib Maulana S
Agung    R H
Ahmad Irfan    
Maryam Nabila
Sa’adah firdaus
Riandini               
Syafiq   A.                           
Naufal  Hibban 
Farabella   S                       
M. Irsyad                            
S. M. Hazmi       
Rayhan  Taqy    
Adzani  Masturina
Amatul  Firdausha
Aisyah                  
Ahmad  fauzan 
Putri  Munziar   
Lutfiah Faturrahman



75
95
90
90
98
85
68
70
40
65
75
62
65
75
82
82
35
35
68
88
60
88
60
68




*) KKM : 73
Nilai < 73 = Remedial


Tuesday, 13 September 2011

Quote Ranah 3 warna

Sudah cukup lama berselang, tulisan baru sepertinya belum kunjung muncul. Perubahan status seharusnyanya tidak bisa jadi alasan untuk kurang produktif menulis, toh blog pendamping hidupku bulan ini saja sudah ada 5 postingan baru. Kayaknya harus ke “Rumah Sakit Malas” nih seperti Alif dan Togar dalam trilogi ‘Ranah 3 Warna’. Berbicara tentang buku karya Ahmad Fuadi tersebut, berikut adalah beberapa quote yang sepertinya menarik untuk dibagi. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi.
#1 Bersabar dan ikhlashlah dalam setiap langkah perbuatan. Terus – meneruslah berbuat baik ketika di kampung dan di rantau. Jauhilah perbuatan buruk dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bum dan di atas bumi. Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir. Sunguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai. Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu. Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda. Singsingkan lengan baju dan besungguh – sungguhlah menggapai impian. Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan. Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan, karena debat kusir adalah pangkal keburukan.
#2 Going the extra miles. I’malu fauqa ma ‘amilu. Berusaha di atas rata – rata orang lain.
#3 Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah – lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
#4 Sungguh do’a itu didengar Tuhan, tapi Dia berhak mengabulkan dalam berbagai bentuk. Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau diganti dengan yang lebih cocok buat kita.
#5 Menuntut ilmu itu perlu banyak hal, termasuk tamak dengan ilmu, waktu yang panjang dan menghormati guru.
#6 Aku baru saja kedatangan tamu. Dia datang sendirian mengetuk – ngetuk pintu hidup. Kursi yang didudukinya masih hangat dan desir angin ketika dia lewat masih mengapung di udara… Tamu yang tidak ada seorang pun yang kuasa menolaknya. Tamu yang membuat semua jantung, hati dan pandangan mata seorang raja diraja pun goyah dan bertekuk lutut. Tamu yang ditakuti umat mansia sepanjang masa. Tamu yang mengisap segenap udara kehidupan. Tamu yang baru berlalu dari rumahku itu bergelar sendu : kematian.
#7 Berjalanlah sampai batas. Berlayarlah sampai pulau.
#8 Latihlah diri kalian untuk selalu bertopang pada diri kalian sendiri dan Allah. I’timad ‘ala nafsi. Segala hal dalam hidup ini tidak abadi. Semua akan pergi silih berganti. Kesusahan akan pergi. Kesenangan akan hilang. Akhirnya hanya tinggal urusan kalian sendiri dengan Allah saja nanti.
#9 Idza shadaqul azmu wadaha sabil. Kalau benar kemauan, maka terbukalah jalan.
#10 Sebuah sya’ir Arab mengatakan, siapa yang bersabar dia akan beruntung. Jadi sabar itu bukan berarti pasrah, tapi sebuah kesabaran yang proaktif. Dan sesungguhnya Allah itu selalu bersama orang yang bersabar.
#11 Yang namanya dunia itu ada masa senang dan masa kurang senang. Di saat kurang senanglah kalian perlu aktif. Aktif untuk bersabar. Bersabar tidak pasif, tapi aktif bertahan, aktif menahan cobaan, aktif mencari solusi. Aktif menjadi yang terbaik. Aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. Kalian punya pilihan untuk tidak menjadi pesakitan. Sabar adalah punggung bukit terakhir sebelu sampai di tujuan. Setelah ada di titik terbawah, ruang kososng yang ada hanyalah ke atas. Untuk lebih baik. Tuhan telah berjanji bahwa sesungguhnya Dia berjalan dengan orang yang sabar.
#12 Apapun kelebihan dan keterbatasanmu, jadilah orang yang berguna untuk dirimu, keluargamu, masyarakatmu, sebanyak mungkin dan seluas mungkin.
#13 Janganlah putus asa karena putus asa adalah penyakit yang menggagalkan perjuangan, harapan dan cita – cita. Problem tidak akan selesai hanya dengan disusahkan, tetapi harus dipikirkan dan dengan selalu dekat kepada Allah serta selalu mohon hidayah dan taufik-Nya. Maka berbuatlah, berpkirlah dan bekerjalah semaksimal mungkin, menuju kesempurnaan manusiawi yang lebih bertakwa.
#14 Man jadda wajada : siapa yang bersungguh – sungguh akan sukses, man shabara zhafira : siapa yang bersabar akan beruntung, man sara ‘ala darbi washala : siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan.
#15 Rupanya man jadda wajada saja tidak selalu cukup. Aku hanya akan seperti badak yang terus menabrak tembok tebal. Seberapapun kuatnya badak itu, lama – lama dia akan pening dan kelelahan. Bahkan culanya bisa patah. Ternyata ada jarak antara usaha keras dan hasil yang dinginkan. Jarak itu bisa sejengkal, tetapi jarak itu bisa seperti ribuan kilometer. Jarak antara usaha dan hasil harus diisi dengan sebuah keteguhan hati. Dengan sebuah kesabaran. Dengan sebuah keikhlashan. Perjuanagn tidak hanya butuh kerja keras, tapi juga kesabaran dan keikhlashan untuk mendapat tujuan yang diinginkan.
#16 Lan tarji’ ayyamulatil madhat. Tak akan kembali hari – hari yang telah berlalu.
#17 Teman tidak harus selalu bersama. Teman juga tidak harus selalu berdamai. Mungkin kadang – kadang perlu berpisah untuk menghargai pertemanan ini. Sekali – kali kita bisa saja bertengkar untuk menguji seberapa kokoh inti persahabatan itu.
#18 Otak yang biasa – biasa saja selalu bisa diperkuat dengan ilmu dan pengalaman. Usaha yang sungguh – sungguh dan sabar akan mengalahkan usaha yang biasa – biasa saja. Kalau bersungguh – sungguh akan berhasil, kalau tidak serius akan gagal. Kombinasi sungguh – sungguh dan sabar adalah keberhasilan. Kombinasi man jadda wajada dan man shabara zhafira adalah kesuksesan.
#19 Semua bangsa besar adalah bangsa yang gemar menulis dan membaca. Punya budaya literasi. Tanpa keduanya mereka punah dimakan zaman.
#20 Suka dan cinta datang dari Allah. Suka boleh saja, tapi jangan sampai kalian berduaan, karena banyak mudharatnya. Nanti kalau berdua – duaan, ada makhluk ketiga yang diam – diam ada di antara kalian. Dia adalah setan yang membisikkan berbagai hal buruk yang bisa membuat kalian terbawa arus dan melanggar aturan agama. Jadi berteman boleh saja, tapi jangan berpacaran. Kalu nanti tiba masanya, umur kalian cukup dan kemampuan ada, barulah kalian berpasang – pasangan menjadi sebuah keluarga, melalui pernikahan. Percayalah, sesungguhnya itu lebih baik dan aman buat kalian semua.
#21 Tapi sedekat apapun ‘hampir’ itu dengan kenyataan, dia tetap saja sesuatu yang tidak pernah terjadi.
#22 Akan tiba masa kalian dihadang badai dalam hidup. Bisa badai di luar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah dengan tabah dan sabar, jangan lari. Badai pasti akan berlalu.
#23 Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam perjalanan menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat.
#24 Bila badai datang, hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya, laut bada ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi?
#25 Antara sungguh – sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentmeter, tetapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun, Jarak antara sungguh – sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan – akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, do’a dan sabar yang berlebih – lebih.
#26 Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis – habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan sungguh – sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar.
(sumber : http://purwoudiutomo.com/2011/04/18/quote-ranah-3-warna/)

Monday, 12 September 2011

Ku Lepas engkau dengan Istighfar dan hamdalah...

Hari ini 12 September 2011
Hari pertama dimulai pembelajaran efektif di sekolah. Masuk seperti biasa jam 7 pagi, semuanya berjalan sebagaimana biasa. Tibalah istirahat kedua, untuk sholat zhuhur. Di sekolah kami setiap hari senin dianjurkan untuk berpuasa sunnah bagi semua murid, so... hari ini kantin tutup. Kalaupun ada anak yang tidak puasa, mereka tidak bisa jajan di kantin dan tidak diperbolehkan jajan di luar sekolah, tetep aja kelaperan juga. Makanya lebih baik puasa darpada laper...^^ kecuali siswi yang berhalangan. Setelah sholat zhuhur, siswa kembali ke kelas masing-masing. Ternyata ada 4 siswa yang keluar sekolah untuk makan. Tim Penegak Disiplin sekolah langsung mengambil tindakan untuk memanggil dan memproses keempat siswa tersebut.  Para siswa ini dikumpulkan dan ditanya satu persatu, mereka mengakui kesalahan dan meminta maaf. Namun ada satu siswa yang tidak terima diproses seperti itu. Siswa itu malah balik membentak dan berteriak kepada guru yang sedang memberikan arahan. Sang guru refleks berbicara dengan nada tinggi dan setengah berteriak juga.  Siswa itu bukannya merasa bersalah justru dia yang semakin marah dan berteriak ke arah guru tersebut. Kepala Sekolah pun akhirnya turun tangan, karena khawatir sang guru lepas kontrol dan melakukan tindakan fisik. Kedatangan kepala sekolah bukannya membuat amarah siswa tersebut reda, justru semakin menjadi-jadi, Nada biacara siswa itu semakin tinggi di depan kepala sekolah bahkan sampai memaki dengan ucapan yang sangat kasar. Situasinya semakin panas dan tegang. Akhirnya guru lain meminta siswa tersebut untuk keluar dari ruangan, awalnya dia menolak tapi akhirnya siswa itu pergi juga dengan keadaan yang masih di kuasai amarah.

Pihak sekolah pun menghubungi orang tua siswa yang bersangkutan untuk datang segera ke sekolah. Permasalahan ini sudah sangat besar, sudah melakukan kesalahan, melawan guru dan pimpinan sekolah sampai dimaki-maki seperti itu oleh siswa. Kasus berat untuk siswa tersebut. Ayah dari siswa itu pun datang ke sekolah, meminta agar anaknya di beri kesempatan untuk tetap sekolah di sini. Namun pihak sekolah sudah tidak bisa menerima, bukan tanpa alasan keputusan itu di buat. Dari awal siswa itu masuk sekolah sudah seringkali membuat masalah dan melakukan pelanggaran. Saya pun pernah sampai adu mulut dan bersitegang dengan siswa tersebut. Belum lagi masalah administrasi dan yang lain2 juga bermasalah karena siswa ini pindahan dari sekolah lain. Sepertinya dia juga bermasalah di sekolah sebelumnya. 
Kami bukannya tidak bersabar atau tidak ingin memberi kesempatan. kondisinya dari awal masukpun kami telah memberikan toleransi waktu  dan kesempatan. Tapi pada kenyataannya sampai pada waktu yang ditentukan belum juga ada perubahan dan terselesaikan. so... kami harus membuat keputusan yang tegas.
Siswa-siswi kami yang lain masih banyak yang butuh perhatian dan arahan. Ketika sudah memutuskan masuk sekolah ini, konsekuensinya adalah harus mematuhi segala aturan yang ada di sekolah. Jika merasa keberatan silahkan cari sekolah yang lain. Hal ini juga pembelajaran untuk kami semua, khususnya siswa-siswi yang lain.  Peraturan yang dibuat pastinya untuk kebaikan seluruh komponen sekolah terutama siswa. Kerjasama dan komunikasi antar pihak sekolah dengan orang tua memang harus terjalin dengan baik dan saling melengkapi. Semuanya untuk mendidik siswa-siswi untuk menjadi generasi yang tak sekedar pintar secara intelektual tapi juga ibadah dan akhlak yang sesuai dengan perintah Allah dan tauladan Rosulullah.
Bukan hal yang mudah menjadi seorang pendidik, namun ada pahala yang begitu besar ketika kita mampu melakukannya. Kami  para pendidik memang bukan makhluk sempurna, tapi kami akan selalu berusaha melakukan segala hal untuk mendidik generasi masa depan dengan sempurna. 

Maka kami lepas siswa tersebut dengan istighfar dan hamdalah...
Istighfar mohon ampun yang sebesar-besarnya atas segala kekeliruan kami hari ini. Alhamdulillah Engkau telah bukakan jalan bagi kami untuk mengambil keputusan hari ini. Semoga ini adalah keputusan yang terbaik yang Engkau ridhoi dan ada hikmah yang bisa kami ambil, insya Allah. Amiin

Wallahu 'alam bi showab...

Sunday, 11 September 2011

Semuanya tergantung Niat...

Apa yang kita niatkan itulah yang di dapat. Kalaupun kita mendapatkan lebih, itu adalah bonus kasih sayang ALLAH...
Sebenarnya ini pengalaman sederhana, tapi buat saya ini menjadi sebuah hikmah dan pembelajaran.
Liburan sekolah masih tersisa tiga hari, orang rumah sudah beraktifitas seperti biasa. so.. tinggalah di rumah sendirian. kelamaan libur ternyata  bikin otak agak lola... he2. sepertinya butuh di cash dan refresh. Mau ngeblogy, blum dapet inspirasi mau nulis apa. Akhirnya saya memutuskan untuk jalan ke toko buku dengan harapan mendapat pencerahan dan inspirasi. Samapi di sana , lihat-lihat new release, ada buku kang abik yang baru. tapi pas di baca, udah tau jalan ceritanya. Di sebelah ada buku judulnya NFQ, saya pikir ini semacam buku naked traveler. Saya buka dan baca, sampai setengah dari buku itu. I get it... inspired banget nih buku !ringan tapi so touchy. Saya putuskan untuk membeli buku itu. Hari itu saya benar-benar mendapat pencerahan dan inspirasi. jadi makin smangat untuk mewujudkan mimpi itu. SmangkA..!! ^_^

Di hari yang lain, hari jumat, pertama masuk sekolah, belum efektif belajar. Seetelah dari sekolah saya memutuskan untuk jalan lagi ke toko buku dengan tempat yang berbeda. Saat itu tujuan saya memang just for fun, sekedar jalan, menghilangkan penat karena sedang ada sedikit permasalah yang mengusik. Agak ragu juga awalnya, tetep lanjut ke toko buku atau ke tempat yang lain. Akhirnya tetep sih ke toko buku. sampai di sana, muter-muter, liat-liat buku , baca-baca sebentar  tapi koq... ga se-excited kemarin. setelah beberapa lam, karena merasa sudah cukup menghilangkan penat, saya pun pulang dengan tidak mendapat satu pun buku yang recommended. 

Refleksi ;
Setiap perbuatan memang tergantung niat dan kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan... jadi  berusahalah untuk senantiasa memperbaiki niat. 

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Friday, 9 September 2011

Jenderal Kampus




Judul : Jenderal Kampus
Penulis : Bonnie Soeherman
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : I, Mei 2011
Tebal : 248 halaman

Seni Perang, salah satu karya dahsyat Tiongkok sekitar tahun 544-496 SM. Seni Perang merupakan kumpulan filosofi bijak tentang manajemen perang yang mengutamakan keseimbangan (balance) dan keutuhan (holistic). Karya ini sangat menginspirasi para ahli strategi perang pada era berikutnya. Bahkan dalam era modern, Seni Perang telah digunakan sebagai pegangan para ahli manajemen dan bisnis. Buku ini membedah filosofi , prinsip, dan strategi perang yang relevan dengan kehidupan khas mahasiswa dalam menghadapi setiap masalah dan tantangannya, seperti bagaimana menghadapi dosen-dosen sulit, bagaimana memosisikan diri dalam sebuah tim kerja, bagaimana memilih organisasi kemahasiswaan, hingga masalah yang belum pernah diungkap dalam buku motivasi anak muda mana pun, seperti bagaimana memanfaatkan kampus sebagai medan penemuan potensi.

Thursday, 8 September 2011

Naked Traveler 3




Trinity seakan "virus" yang membuat kita berani keluar dari zona nyaman demi melihat dunia. Wanita ini bisa membuat kita jadi semangat menabung, mengambil cuti, lalu mewujudkannya dengan bepergian ke berbagai tempat impian. Setelah dua seri buku laris The Naked Traveler, di buku sekuel ketiga ini dia tidak berhenti menularkan virus yang akan membuat kita sirik setengah mati.


Dengan gaya bahasa yang ringan, dia menceritakan pengalamannya keliling dunia. Dari mulai deg-degan memasuki perbatasan Palestina, ajaibnya berenang di Laut Mati, lucunya berkomunikasi di China, mahalnya Timor Leste, serunya ke rumah artis Bollywood, mandi bersama orang Jepang, ngecengin cowok Korea, menyelam di Wakatobi, sampai kejadian-kejadian menggelikan akibat badannya yang lumayan gede. Sedih, senang, mengagumkan, mengherankan, dan segala rasa mewarnai tiap kisah perjalanan yang tertuang di buku ini.

My Opinion bout this book...
Saya  sudah membaca beberapa bagian buku ini, tapi saya belum memiliki. Insya Allah pasti punya...he2 maksa mode on. Ada beberapa bagian yang menarik buat saya di buku ini . saya membaca yang bagian travelling di china. ternyata negara itu joroook, teramat sangat  jorok sekali.. Kalau orang yang agak sensitif masalah kotoran, baca bagian ini sambil makan bisa muntah-muntah. asli deh!  Saya ngebayanginnya aja begitu menjijikan apalagi berada di tempat itu...ooh... tidaaak... !  Baca buku ini setidaknya membuat kita berfikir sejenak bahwa ternyata negara kita dengan segala kejelekan yg sering digembar-gemborkan, untuk beberapa hal dan kondisi masih lebih baik, jauh lebih baik. Setidaknya  ada kebanggan  juga menjadi bangsa indonesia, yang kini sudah mulai dipertanyakan. 

Di jepang ada pemandian air panas, kalau masuk situ mandinya bener-bener naked, sesuai nih ama judul bukunya...he2. memang sih dipisah laki-laki dan perempuan, tapi tetep aja. Kalau  saya ke jepang, insya Allah... amiin... ^^ kayaknya ga akan ke tempat itu... -_-. Trus lain lagi di korea selatan, yang sekarang boys band nya lagi digandrungi  para remaja ampe yang udah tua. Menurut si penulis ternyata yang katanya cowok-cowok korea itu unyu-unyu... halah ...,  jarang banget di temuin. intinya.. sebenernya cowok korea itu std aja.. a.k.a Standar...,  yang cakep mah cuma artisnya ajah... (ini menurut buku loh)

#saya belum selesai membaca buku ini, maklum bacanya di toko buku.... ^^