Its Me...!

My photo
Depok, Jawa Barat, Indonesia
Cool, Calm and Confident

Saturday, 6 July 2013

LELAH

Ada kalanya, hidup menyuguhkan sisi lain, jauh seperti keadaan yang diinginkan. Saat itulah, fisik dan batin menjadi teramat lelah seperti sehabis berlari dari kejaran pemburu yang menginginkan kematian kita.

Kelelahan itu menuntut fisik dan batin kita untuk berhenti bergerak. Diam, dan melupakan segalanya.
Perhatikanlah, bahwa sebenarnya, di saat lelah itulah, fisik dan batin kita perlu terus bergerak. Bukankah air sungai akan menjadi kotor ketika alirannya tidak lagi bergerak. Bukankah bumi dan seisi alam ini akan hancur ketika mereka tidak mau lagi bergerak. (muhammadnuh@eramuslim.com)

Biarkan kelelahan itu pada akhirnya merasakan lelahnya mencekik keimanan kita...

Tuesday, 5 February 2013

Move On

Antara ada dan tiada
Antara idealisme dan realita
Melogika hati
Menalar empati
Entah dimana nurani

Di saat ketakutan dan kekhawatiran itu menyerang  dengan bertubi-tubi
Percayalah....
masih ada HARAPAN dan KEYAKINAN yang meneguhkan langkah-langkah
menuju masa depan yang lebih baik

Selalu ada Cinta-Nya dalam setiap keadaan

Sunday, 13 January 2013

Laporan Perjalanan

Jumat, 11 Januari 2013, The NR's Teachers  ada acara  jalan-jalan (red-workshop) ke Pon Pes Al bayan , cibadak, Sukabumi. Perjalanan di mulai dari terminal depok dengan kesepakatan kumpul at 7 O'clock ! namun faktanya... tetep aja ada yang ngaret bin telat ( hayo siapa tuh yg telat...???). Setelah tim lengkap, kami pun segera berangkat menggunakan bus MGI  depok-sukabumi tepat pkl 07.30 WIB. Bismillah... semoga selamat sampai tujuan, aaminn.
Awalnya diprediksi sekitar jam 11 kami sudah sampai di tempat tujuan, tapi prediksinya meleset. Sebenarnya bukan prediksinya yg salah, karena berdasarkan pengalaman perjalanan depok-cibadak bisa ditempuh dalam waktu 3 jam (kondisi normal). Penyebab utamanya adalah pak sopir terlalu santai bawa bus nya, berasa cuma 20 km perjam, ditambah nunggu pak sopirnya berhenti untuk makan, belum lagi pemberhentian di pom bensin dan beberapa pos kontrol bus MGI. Semakin panjaaang dan laaama perjalanan hari ini. Walaupun begitu kami cukup menikmati perjalanan karena diiringi beberapa seniman jalan yang menyumbangkan suaranya(ada jg yg sumbang beneran) plus video clip lagu sunda. Jadi serasa lagi di tempat kondangan khas sunda (Bapak2 Ibu2 silahkan menikmati hidangan yg telah disediakan,  he2). Finally... sekitar pkl. 12 lewat beberapa menit (menjelang sholat jumat) kami pun tiba di Albayyan, Alhamdulillah.

Setelah turun dari bus kami masih harus naik angkot menuju Al Bayan. Setibanya di sana (pas turun diangkot) ternyata ada pak direktur dan para guru yang akan menuju masjid untuk melaksanakan sholat jumat. Sepertinya pak direktur agak kaget melihat kedatangan kami (yg menggunakan angkot). Setelah bertegur sapa sebentar, bapak2 guru menuju ke masjid sedangkan ibu2 guru beristirahat plus makan siang di guest house yang telah disiapkan. Selama di Al Bayan kami menginap di asrama putra (para santri sedang libur).  Semua telah selesai beristirahat dan menunaikan kewajiban, sekarang waktunya melanjutkan kegiatan workshop.

Friday, 19 October 2012

Ini Ceritaku... Apa Ceritamu ?


"Rumput tetangga lebih hijau" , kalimat yang tidak asing dan seringkali kita dengar. Mmh... biasanya ini menggambarkan sudut pandang  manusia yang kurang bersyukur. Selalu menganggap apa yang ia miliki dan kondisi yang ia jalani  lebih buruk dari orang lain. Ada lagi kalimat yang lain  " susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah" , kalau yang ini namanya dengki, levelnya di atas iri. Wah... jangan sampai kita punya sifat seperti ini, na'udzubillah min dzalik.

Sejatinya tiap kelahiran anak manusia, semuanya telah tercatat di lauhil mahfuz. Setiap manusia punya cerita hidupnya masing -masing. Kita tidak bisa langsung menjudge bahwa , kok kayaknya hidup kita selalu lebih menderita dari orang lain ataupun sebaliknya. Ya... Rumput tetangga memang selalu lebih hijau (tp tetangga saya ga punya rumput tuh... he2, padahal kan suaminya budahal... *apa sih... -.- , lanjut yuuk).  Apa yang kita lihat dari luar tentang kehidupan orang lain belum tentu lebih menyenangkan dari kehidupan kita.

Ya, manusia memang terkadang lebih fokus dengan kelebihan , kesuksesan dan kehidupan orang lain. Tidak salah ketika kita belajar dari kehidupan orang lain untuk sebuah motivasim akan tetapi jangan sampai akhirnya kita menyesali kehidupan kita sendiri dan tidak bersyukur. Allah menciptakan setiap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sunday, 14 October 2012

Refleksi Weekend

Pagi yang cerah untuk hari yang indah dan penuh warna. Semakin indah dengan cucian, piring dan gelas kotor yang menumpuk plus rumah yg acak abstrak. Melaui 2 weekend dengan tingkat keriweuhan yang hampir sama. 

Berusaha menguatkan diri untuk tak terpengaruh dengan kemalasan, rasa kantuk dan lelah yg mulai merasuk dalam jiwa. Menjauhkan diri dari kamar tidur yang mulai memanggil dengan rayuan yang melenakan. (lebay.com, -_-) 


Agenda lain sudah menunggu, ayo bergegas menyelesaikan urusan rumah tangga. Sambil berharap semoga ada yang berbeda di pekan-pekan selanjutnya...! SmangkA...!!! *hopefully


Refleksi Malam

Selalu merasa iri dan malu dengan mereka yang bisa berkontribusi lebih untuk umat. Mereka tak lagi didominasi dengan urusan pribadi-mengeluhkan msalah-masalah pribadi-, dan mampu menguasai diri. Target-target mereka jangka panjang dan besar, tak sekedar untuk kepentingan pribadi terlebih umat dan agama ini.

Berada di tengah mereka, merasa begitu kecil dan berefleksi ternyata 'aku belum apa-apa'.
Rasul dalam sabdanya, manusia terbaik adalah yang bermanfaat utk org lain.

Sayyid Qutbh jg mengatakan :
ketika kita hidup untuk kpentingan pribadi, hidup ini sangat pendek dan kerdil...
Tapi ketika kita hidup untuk orang lain, maka kehidupan ini terasa panjang dan memiliki makna yang mendalam...

Semakin merasa terpojok dengan kalimat-kalimat tersebut...
Apa yg sudah kita berikan untuk umat dan agama ini?
Wallahu 'alam bishowwab.

2 in 1

dua mata
tak mampu saling memandang
namun keduanya
fokus memandang masa depan
dua telinga
tak pernah saling bertemu
namun selalu satu paham mendengar alunan suara
dua kaki
tak mampu berjalan bersamaan
namun keduanya
mampu melangkah serasi satu tujuan