Its Me...!

My photo
Depok, Jawa Barat, Indonesia
Cool, Calm and Confident

Friday, 2 September 2011

Tentang Rasa


dakwatuna.com - “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu cintai sesuatu, padahal jahat akibatnya.”
Sesisir kata itu telah begitu lama membayangi netra, tapi dalam juga kah getar pemahaman yang dibawanya.. Ada kalanya hati mampu kuat menghadapi, dan ada kalanya pula terasa sungguh berat untuk dijalani,
Sekali lagi tentang rasa,
Tentang hati,
Yang senantiasa terbolak-balikkan oleh kehendak Illahi Rabbi…
Ya akhi,
Terpahami sungguh bahwa di sangkamu ia lah sang bidadari, tapi ada kalanya pandang kita tersamar ilusi. Penilaian kita sedikit banyak terwarnai semata oleh kecondongan hati, padahal kita diberinya akal untuk lebih menimbangkan segala hal;
Bukankah, kema’rufan sejati lah yang kita cari…
Segala usaha dalam kebenaran telah kau tempuhi, dan ketika sampai pada titik kesadaran akan kuasa Illahi, adakah engkau tetap akan berkeras menghindari?!
Ada takdir-Nya yang telah tertulis rapi, dan hanya selaksa keikhlasan hati yang akan menuntunmu menjalani…
Ya ukhti,
Termengerti penuh bahwa dalam timbangmu adalah dia yang terbaik. Dalam ranah akhlak, bahkan segala kecukupan raga. Hanya saja kadang sisi kebaikan yang lebih utama jadi terlupa. Akan tetap mampukah berbahagia di atas pemaksaan rasa?!
Bukankah, kedamaian hakiki yang kita damba…
Beragam daya kebaikan engkau gelarkan dalam membuka jalan, dan jika tetap sampai pada titik yang nadir untuk dipungkiri, masihkah engkau hendak mengeraskan hati?
Ada jalan rencana-Nya yang terkadang di luar batas logika, dan yang kita lakukan cukup sekedar menjaga ihsannya prasangka…
Tak ada daun jatuh pun yang tak tercatatkan dalam Lauh Mahfudz-Nya,
Tak ada sedepa langkah pun yang luput dari amatannya-Nya,
Dan tak ada setetes pun air mata yang luput dari hitungan balasan-Nya,
Jika memang ditakdirkan bersama… akan amat mudah bagi-Nya nanti berikan cara,
Hanya saja setiap insan harus memahami batasan usaha…dan lebih utamakan jalan keridhaan-Nya meski berat terasa,
Sungguh, dalam percaya pada-Nya, tak akan pernah ada yang tersia-sia…
Seiring kesadaran yang merambat perlahan, teringat sendu taubat Nabi Adam, dan mengiringi ucap doa seiring lantunan:
قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi… (QS Al-A’raf: 23)
(Siti Zuhrotun Nisa')

Tentang Rasa


dakwatuna.com - “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu cintai sesuatu, padahal jahat akibatnya.”
Sesisir kata itu telah begitu lama membayangi netra, tapi dalam juga kah getar pemahaman yang dibawanya.. Ada kalanya hati mampu kuat menghadapi, dan ada kalanya pula terasa sungguh berat untuk dijalani,
Sekali lagi tentang rasa,
Tentang hati,
Yang senantiasa terbolak-balikkan oleh kehendak Illahi Rabbi…
Ya akhi,
Terpahami sungguh bahwa di sangkamu ia lah sang bidadari, tapi ada kalanya pandang kita tersamar ilusi. Penilaian kita sedikit banyak terwarnai semata oleh kecondongan hati, padahal kita diberinya akal untuk lebih menimbangkan segala hal;
Bukankah, kema’rufan sejati lah yang kita cari…
Segala usaha dalam kebenaran telah kau tempuhi, dan ketika sampai pada titik kesadaran akan kuasa Illahi, adakah engkau tetap akan berkeras menghindari?!
Ada takdir-Nya yang telah tertulis rapi, dan hanya selaksa keikhlasan hati yang akan menuntunmu menjalani…
Ya ukhti,
Termengerti penuh bahwa dalam timbangmu adalah dia yang terbaik. Dalam ranah akhlak, bahkan segala kecukupan raga. Hanya saja kadang sisi kebaikan yang lebih utama jadi terlupa. Akan tetap mampukah berbahagia di atas pemaksaan rasa?!
Bukankah, kedamaian hakiki yang kita damba…
Beragam daya kebaikan engkau gelarkan dalam membuka jalan, dan jika tetap sampai pada titik yang nadir untuk dipungkiri, masihkah engkau hendak mengeraskan hati?
Ada jalan rencana-Nya yang terkadang di luar batas logika, dan yang kita lakukan cukup sekedar menjaga ihsannya prasangka…
Tak ada daun jatuh pun yang tak tercatatkan dalam Lauh Mahfudz-Nya,
Tak ada sedepa langkah pun yang luput dari amatannya-Nya,
Dan tak ada setetes pun air mata yang luput dari hitungan balasan-Nya,
Jika memang ditakdirkan bersama… akan amat mudah bagi-Nya nanti berikan cara,
Hanya saja setiap insan harus memahami batasan usaha…dan lebih utamakan jalan keridhaan-Nya meski berat terasa,
Sungguh, dalam percaya pada-Nya, tak akan pernah ada yang tersia-sia…
Seiring kesadaran yang merambat perlahan, teringat sendu taubat Nabi Adam, dan mengiringi ucap doa seiring lantunan:
قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi… (QS Al-A’raf: 23)
(Siti Zuhrotun Nisa')

Saturday, 20 August 2011

REFLECTION OF THE WEEK

Refleksi Senin (15 Agustus 2011) : Menghadapi anak kecil butuh sabar...
Menghadapi orang dewasa yg kekanak2an btuh Extra Sabar... *sbr bukn berati diam...
Refleksi selasa (16 Agustus 2011)  :
No Excuses..!
If you sometimes feel a little useless, offended or depressed... Always remember that you were once the fastest n most victorious little sperm out of millions...
Refleksi Rabu (17 Agustus 2011) :
Tantangan itu seru...!! Full of suprise...
Melakukan hal biasa dg cara di luar kebiasaan...
Always Eksis tanpa Narsis...!
Refleksi Kamis (18 Agustus 2011) : emosi jiwa menguras energi... Bharap tak terulangi esok hari...*istighfar...
Smg puasa hari ini tetap berkah meski terselip emosi jiwa. Bukan tanpa alasan dan tak sekedar kata, namun ada asa yg membuncah agar lebih peka dan merasa...
Teruslah belajar menata ruhiy agar hati tak mudah terkontaminasi...
Refleksi Jumat (19 Agustus 2011):
Tak hanya buka puasa bersama. Belanja, memasak dan mengepack bersama...:)
Kbersamaan tak harus sama. Tak mengapa berbeda selama slg melengkapi dan memahami kelebihan  dan kekurangan masing-masing
Opposite side doesnt mean wrong side...
Met menikmati 10 hari terakhr ramadhan...:)
 

I'm so sorry

I'm so sorry   (Irfan Makki)

If my time would end today would I be ready to go?
And leave all the things I’ve worked so hard for
...And all my friends and everyone I’ve known?
Never did I ever stop for a moment to think
Of what’s staring at me
I’ve been breaking all the mirrors of reality

Chorus:
I’m so sorry, if only I had just one last chance
I’m so sorry, but now it’s too late to change the past, oh

I lived my life in the fast lane, I only lived for today
And never, never really thought about anyone else
It was all about me, myself and I
Never did I ever stop for a moment to think
Of what’s staring at me
I’ve been breaking all the mirrors of reality, oh

Chorus

And now, now that it’s over
I wonder if anyone will remember me
If I had the chance to turn back the hands of time
There’re so many things that I would change
I’d live my life every single breath for You

Chorus

I’m so sorry, so sorry
Please forgive me

Saturday, 6 August 2011

Love in silence...

mengutip dari sebuah link (maap lupa) -mesej dari seorang teman...

special untuk adik2ku dimana pun kalian berada.....

Jika Belum Siap, Cintai Ia Dalam Diam
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam...karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu...menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya...karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah swt. pilihkan untukmu...
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali?yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan...tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
karena dalam diammu tersimpan kekuatan...kekuatan harapan...hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?
dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam...
jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat...
biarkan 'cinta dalam diammu' menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dan Sang Pemilik hatimu...


*ini bulan Ramadhan yang belum tentu bisa qta rasakan lagi taun depan, fokuslah untuk mengisi ramadhan ini hingga tidk ada penyesalan akhirnya...  banyak hal yang bisa qta lakukan dan fikirkan... insya Allah jika ssatnya telah tiba Allah akan memberikan yang terbaik untuk qta...   
tetapkanlah Allah selalu dalam  hatimu...
sehingga hawa nafsu itu pada akhirnya  akan merasakn lelahnya mencekik keimanan Kita....

Saturday, 2 July 2011

Finlandia : Negara dengan Pendidikan Terbaik di Dunia

Finlandia : Negara dengan Pendidikan Terbaik di Dunia

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Bukan Amerika dengan Harvard-nya, bukan Jerman atau Perancis, atau juga Indonesia dengan ITB-nya…
Negara itu adalah FINLANDIA ! Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa.
Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi nomor satu di pentas dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa, tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes.
Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis.
Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum bahkan Fakultas Kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 tahun seorang siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi, dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
“Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri”, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, pada sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.
Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dan lain sebagainya. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.
Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Sumber:
http://roumink.wordpress.com/2010/01/29/luar-biasa-negara-dengan-pendidikan-terbaik-dunia/


Arah Pengembangan Pembelajaran di Sekolah

Dalam menyambut kegiatan Masa Orientasi Siswa  menjelang tahun pelajaran baru 2011/2012 Dinas Pendidikan Kota Bogor mengadakan pertemuan pembekalan kepada para pembina kesiswaan SMA/SMK/SMP. Dalam kesempatan ini saya mendapat tugas menyampaikan materi tentang Arah Perkembangan Pembelajaran di sekolah.
Penyampaian materi ini bertujuan memberikan pengenalan sekaligus sebagai penguatan pemahanan para pembina OSIS mengenai kebutuhan siswa belajar dalam abad ke-21 yang sedang kita lalui bersama.
Dalam kesempatan ini saya kemukakan bahwa siswa belajar untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan. Sekolah harus menjadi tempat siswa belajar. Yang perlu sekolah kembangkan adalah suasana belajar dan proses belajar yang efektif. Suasana belajar yang kondusif yang dapat membangkitkan  harapan dan motivasi siswa, suasana yang menyenangkan. Efektif artinya siswa mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam kegiatan MOS, siswa harus mengenali tujuan sekolah, mengenali target mutu yang sekolah tetapkan untuk para siswa wujudkan.
Kompetensi yang siswa perlukan dalam menghadapi kehidupan di abad ini adalah keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan mengembangkan krevativitas dan berinovasi dan keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi.
Yang dapat memfasilitasi siswa berkembang optimal adalah guru harus mempersepsikan secara positif murid-muridnya. Pada sekolah yang efektif terdapat guru-guru yang memiliki keyakinan muridnya dapat berprestasi. Pada sekolah yang efektif, terdapat kepala sekolah yang memilliki keyakinan yang tinggi bahwa murid dan guru-gurunya dapat berprestasi. Keyakinan ini tentu perlu didasari dengan berkembangnya  kecerdasan guru-guru dalam melayani siswa belajar. Menurut penelitian para ahli pendidikan ternyata tak ada sekolah yang berkembang melebihi kecerdasan guru-gurunya.
Kecerdasan guru yang diperlukan di abad dua puluh satu  adalah mengembangkan kompetensi siswa yang diuji dengan lima bentuk pengujian yaitu (1) paper and pencil test (2) performa atau unjuk kerja (3) proyek (4) produk  (5) portofolio.
Kemampuan utama yang perlu siswa kuasai meliputi aspek utama
  • menguasai informasi atau ilmu pengetahuan
  • mengolah informasi  atau  ilmu pengetahuan.
  • menggunakan informasi untuk berkarya.
Kemampuan menguasai, mengolah, dan menggunakan informasi perlu didukung dengan keterampilan belajar sehingga siswa dapat belajar tentang bagaimana seharusnya belajar. Ada pun keterampilan utama dalam belajar yang perlu sekolah kembangkan sebagai berikut:
  • keterampilan bertanya menggunakan pola baku 5W plus H
  • keterampilan menjawab pertanyaan.
  • keterampilan menerangkan dan berargumentasi.
  • keterampilan membaca.
  • keterampilan menulis atau mengekspresikan pikiran.
  • keterampilan mengelola data untuk mengekspresikan pikiran.
  • keteampilan berpikir kritis
  • keterampilan berpikir ilmiah.
  • keterampilan memecahkan msalah
  • keterampilan berkomunikasi
  • keterampilan berkolaborasi sehingga  sekolah memfasillitasi siswa belajar dalam bentuk interaksi sosial.
  • keterampilan mengintegrasikan logika, imajinasi, dan intuisi dalam menghasilkan produk belajar inovatif.
Seluruh keterampilan tersebut perlu didukung dengan berbagai karakter yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Di antara karakter yang utama berahlak, berilmu, bersikap selalu ingin tahu, bekerja sama, disiplin, berbudaya mutu, berbudaya kompetitif, jujur, terbuka, dan periang.
Kegiatan MOS idealnya dapat mengawali siswa belajar bekerja menambah ilmu, memanfaatkan ilmu, mengembangkan karakter bangsa sebagaimana sekolah harapkan. Hal terpenting untuk itu bagaimana siswa menguasai ilmu dengan cara belajar tentang bagaimana caranya belajar.
Mendasari itu semua, sebaiknya sebelum MOS dimulai maka kenalilah standar kompetensi lulusan dengan jelas sehingga sekolah tahu betul tentang materi yang harus sekolah siapkan agar siswa mendapat bekal yang sesuai dengan cita-cita sekolah, dan  yang tidak kalah penting adalah sekolah tahu benar bagaimana proses pendidikan siswa itu dilakukan. Sekolah memahami strategi bagaimana proses belajar akan bergulir, bagaimana proses evaluasi terhadap semua hal yang berproses dapat dilakukan.Dan, hal itu sebaiknya sekolah identifikasi dan sekolah tentukan sejak hari pertama siswa baru menginjakkan kakinya di sekolah baru. Biar hari pertama memberi kesan yang baik bukan sebaliknya.
http://gurupembaharu.com/home/?p=10799